EKONOMI BISNIS

Investasi Ilegal Masih Dominan Penawaran dengan Profit Tinggi

Laporan Denza Perdana | Sabtu, 09 September 2017 | 20:34 WIB
Ilustrasi Pohon Investasi. Foto: guardian.ng
suarasurabaya.net - Tongam Lumban Tobing Ketua Satuan Tugas Waspada Investasi mengatakan, tindakan melawan hukum di bidang penghimpunan dana masyarakat dan pengelolaan investasi masih didominasi investasi uang yang menawarkan keuntungan tinggi.

"Saat ini kebanyakan adalah investasi uang yang menawarkan profit yang sangat tinggi, sampai misalnya 30 persen per bulan. Ini seperti perdagangan berjangka, tetapi menawarkan imbal hasil yang sangat tinggi tanpa risiko," kata Tongam dalam lokakarya di Bogor, Jawa Barat, lansir Antara, Sabtu (9/9/2017).

Selain investasi uang, Tongam mengatakan, pengelolaan investasi emas dan perumahan juga termasuk kasus yang banyak ditemui dalam daftar investasi "bodong" yang diamati oleh Satgas yang dia pimpin.

"Investasi emas dimana perusahaan menjual emas tetapi tidak dilepas. Ada juga investasi perumahan, misalnya, oleh CPRO-Indonesia (PT Trima Sarana Pratama)," kata dia.

Kemudian, Tongam juga menjelaskan, salah satu modus penipuan terbaru dilakukan dengan menyalin laman dalam jaringan (online) perusahaan legal kemudian menambahinya dengan penawaran-penawaran terkait investasi.

"Ada yang laman legal, misalnya, "pt-a.com" dibuat menjadi "pt-a.net" dengan tambahan menawarkan investasi-investasi. Tetapi perusahaan-perusahaan yang legal itu biasanya langsung aware dan melaporkannya ke polisi," kata dia.

Tongam mengatakan, hingga saat ini Satgas Waspada Investasi telah menghentikan 44 entitas terkait dengan kasus investasi ilegal. Beberapa entitas tersebut antara lain Talk Fusion, Swiss Forex International, Koperasi Harus Sukses Bersama, Fast Furious Forex Index Commodity, Car Club Indonesia, UN Swissindo, dan PT First Anugerah Karya Wisata (First Travel).

Tongam juga mengatakan, ada 11 entitas yang sedang dalam proses hukum, seperti Pandawa Group, UN Swissindo, PT CSI, Dream For Freedom (D4F), PT Compact Sejahtera Group, PT Inti Benua Indonesia, PT Royal Sugar Company, PT Crown Makmur Indonesia, PT Talk Fusion Indonesia, PT Mi One Global Indonesia dan First Travel.(den)
Editor: J. Totok Sumarno



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.