EKONOMI BISNIS

Kementerian BUMN Dirikan Rumah Kreatif di Surabaya

Laporan Fatkhurohman Taufik | Rabu, 11 Januari 2017 | 16:03 WIB
Rini Soemarno, Menteri BUMN resmikan rumah kreatif Surabaya, Rabu (11/1/2016). Foto : Humas Jatim
suarasurabaya.net - Kementerian BUMN dirikan Rumah Kreatif BUMN (RKB) di Surabaya. Peresmian dilakukan langsung oleh Rini Soemarno, Menteri BUMN di Jalan Chairil Anwar, 20, Surabaya.

"Sejak kita launching pada November silam, saat ini rumah kreatif sudah kami dirikan di 100 daerah termasuk di Surabaya ini," kata Rini Soemarno, usai membuka RKB Surabaya, Rabu (11/1/2017).

Menurut Rini, di Jawa Timur saat ini secara bersamaan juga telah didirikan 11 RKB dengan target pada tahun 2017 ini seluruh kabupaten/kota sudah memiliki RKB.

Dengan RKB, maka seluruh produk UMKM dari Jawa Timur bisa mendapatkan pelatihan mulai dari desain, produk hingga mendapatkan bantuan pengurusan hak atas kekayaan intelektual (HAKI) serta sertifikasi Halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).

"Kita harapkan sertifikasi halal tidak hanya dari MUI melainkan juga mampu mendapatkan sertifikasi halal internasional sehingga produk khususnya makanan dan minuman bisa dikirimkan ke berbagai negara," ujar Rini.

Sementara itu Soekarwo Gubernur Jawa Timur berharap pembangunan RKB ini mampu mensuport kehidupan ekonomi kreatif di Jawa Timur. "Jatim sudah punya ekonomi kreatif, tapi kurang terakses terhadap kapital. Kalau kemudian tentang kompetensi dan e-commerce, ini pas. Saya kira ini sejalan dengan kebijakan tentang industri kreatif bersama Badan Ekonomi Kreatif," kata Soekarwo.

Data dari BPS Tahun 2013, UMKM di Jawa Timur sebanyak 6,8 juta by name by address. Sedangkan 92 persen tenaga kerja di Jawa Timur berasal dari sektor UMKM. "Maka kondisi UMKM kita sebanyak 1.671 UMKM yang ekspor dari total keseluruhan 6,8 juta. Dari 6,8 juta ini, 29,97 persen berasal dari industri pengolahan, 17,84 persen dari perdagangan besar dan kecil, serta 14,42 persen di industri on farm agro. Jadi 61 persen industri di Jatim berasal dari tiga industri ini," kata dia. (fik/rst)
Editor: Restu Indah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.