suarasurabaya.net - Bulan Ramadhan dan Lebaran nampaknya bakal menjadi momen mengejar target bagi pengusaha retail modern. Omset diprediksi meningkat 30-50 persen dibandingkan hari-hari biasa.
Peningkatan omset besar-besaran biasanya terjadi selama momen puasa dan Lebaran. Meski tidak semua format retail mengalami peningkatan, tapi setidaknya sejumlah kebutuhan umum seperti sirup, biskuit atau kue-kue kering berkontribusi banyak terhadap penjualan di masing-masing retail.
Abraham Ibnu Ketua DPD Asosiasi Pengusaha Retail Indonesia (Aprindo) Jawa Timur mengatakan tahun ini pihaknya menargetkan omset retail sebanyak Rp 15 triliun selama 2012. Khusus puasa dan Lebaran, diharapkan bisa mencapai Rp 2,7 triliun.
"Sekarang masih di bawah target. Tapi peningkatan terbesar memang selama puasa sampai Lebaran. Setiap retail omsetnya rata-rata Rp 1,3-1,5 triliun, kalau Lebaran bisa naik sampai Rp 2,7 triliun," kata Abraham ditemui wartawan usai acara dengar pendapat dengan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) di Surabaya, Senin (16/7/2012).
Tahun lalu saja, target omset Rp 13 trilyun untuk seluruh retail di wilayah Jawa Timur bisa tercapai. Karena itu, Apkrindo optimis tahun ini bisa naik 18 persen.
Optimisme itu, menurut Abraham, karena melihat ekspansi retail yang ada. Saat ini, pertumbuhan retail cukup baik. Dalam setahun, beberapa retail baru dibuka di wilayah Jawa Timur hingga Indonesia Timur. Banyaknya gaji ekstra seperti gaji ke-13 ataupun bonus tambahan berpengaruh terhadap tingginya minat belanja.(git)