Ekonomi Bisnis
30 Juli 2010, 01:45:43| Laporan Noer Soetantini
Midea Mulai Masuk di Industri Elektronik Indonesia
suarasurabaya.net| Indonesia memiliki peluang dan pertumbuhan bisnis elektronik yang besar dengan jumlah penduduk 210 juta orang. Tahun lalu, misalnya, berdasarkan data Electronics Marketer Club, total penjualan elektronik di Indonesia mencapai
Rp.23 trilyun. Tahun ini diprediksi meningkat 21%, menjadi Rp 28 trilyun.
Suatu peluang bisnis yang menggiurkan ini mendorong Midea Electronics sebagai produsen perangkat elektronik rumah tangga terbesar asal negeri tirai bambu ikut meramaikan industri elektronik di Indonesia.
JINO SUGIANTO Presiden Direktur MPI dalam siaran pers yang diterima suarasurabaya.net, Jumat (30/07), mengatakan, semua produk Midea melalui rangkaian proses pengujian yang ketat, mulai dari komponen inti, perakitan, hingga finalisasi bertaraf internasional.
“Banyak perusahaan-perusahaan kelas dunia telah turut menjadikan Midea mitra produksi mereka (OEM). Banyak di antara mereka telah diakuisisi Midea seperti Toshiba Compressor menjadi Guangdong Meizhi Compressor Corp. (GMCC) pada tahun 1999 dan Little Swan, pabrik mesin cuci kedua terbesar di Cina pada tahun 2009,”ujarnya.
Meskipun Midea memiliki rangkaian produk rumah tangga elektronik yang lengkap, untuk Indonesia Midea hanya memfokuskan pada penjualan AC, mesin cuci, dan lemari es di tahap awal. Dipilihnya tiga produk tersebut lantaran permintaannya masih besar dan tinggi di Indonesia.
Tahun 2010 ini, kata JINO, Midea sudah dan akan meluncurkan beragam tipe dan kategori produk seperti lemari es, mulai dari 1 pintu hingga side-by-side, mesin cuci mulai dari twin-tub hingga front-loading dan AC mulai dari kapasitas 0,5 PK hingga 2,5 PK (tipe Split hingga Portable, seri Standard hingga Ionizer dan Inverter yang semuanya low-wattage). Semuanya akan lengkap dan tersedia untuk pasar domestik sebelum penghujung tahun.
Dengan kelengkapan ragam kategori dan tipe produk tersebut, Midea Indonesia yakin akan dapat mencapai target penjualan tahun 2010 sebesar 30.000 set untuk AC, 20.000 unit untuk mesin cuci dan 20.000 unit untuk lemari es. Nilai penjualan dari semua kategori produk diperkirakan akan mencapai lebih dari Rp. 100 milyar. Angka yang tidak kecil untuk pendatang baru di dunia elektronik Indonesia.
Midea Indonesia juga menyediakan layanan purna jual sebanyak 30 outlet yang tersebar dari pulau Sumatra, Jawa, Bali, Kalimantan dan Sulawesi pada tahap awal. Jumlah ini akan bertambah menjadi 100 outlet hingga akhir tahun 2010. Sementara kantor cabang hingga akhir 2010, ada di Bandung, Semarang, Surabaya, Denpasar dan Jakarta tentunya.
“Kantor cabang hingga tahun 2011 ditargetkan bertambah 13 lagi dari pulau Sumatra hingga Maluku (Lampung, Palembang, Pekanbaru, Medan, Padang, NAD, Makasar, Menado, Banjarmasin/Samarinda, Pontianak, Yogyakarta dan Ambon), pungkas JINO. (tin)
Powered by Telkomsel BlackBerry ®