Ekonomi Bisnis
05 Agustus 2009, 15:53:47| Laporan Agita Sukma Listyanti
Untuk Transparansi, 33 Takmir Masjid se-Surabaya Dilatih Akuntansi
suarasurabaya.net| Pengelolaan keuangan masjid nampaknya memang butuh perhatian khusus. Ini kemudian yang ditangkap Pusat Pemberdayaan Pelayanan Masyarakat (PPPM) STIE Perbanas Surabaya.
Sebanyak 33 takmir masjid di Surabaya mengikuti pelatihan mengenai pengelolaan keuangan masjid di STIE Perbanas, Rabu (05/08).
PEPIE DIPTYANA, SE., Ak., MSi Dosen Akuntansi Sektor Publik STIE Perbanas Surabaya mengatakan selama ini akuntansai sektor publik belum banyak tersentuh. Akuntansi lebih banyak merambah sektor profit oriented.
“Akuntansi cenderung sektor profit. Yang publik seperti yayasan, masjid belum tersentuh. Padahal kalau non profit oriented seperti itu (sumber dananya diperoleh dari) banyak orang yang percayakan uangnya dan ikhlas. Tapi apakah ini disalurkan dengan benar? Ini yang ingin diketahui masyarakat,” papar PEPIE.
Karena itulah, diperlukan sebuah akuntabilitas dan transparansi tentang pengelolaan keuangan. Apalagi, kata PEPIE, populasi masjid dan umat muslim di Surabaya sangat banyak. Kepastian dana mengalir pun selalu ada.
Namun, menurut PEPIE, seringkali takmir masjid sebagai pengelola tidak mengetahui persis gambaran pengalokasian dana. “Bisa jadi mereka menganggap, kalau ada kegiatan, uang datang cepat. Uang yang ada dialokasikan untuk kegiatan. Tapi, tidak ada gambaran sejak awal mau dikelola sepeti apa uang itu,” ujarnya pada suarasurabaya.net, Rabu (05/08).
PEPIE pun memberikan alternatif agar pengelolaan keuangan masjid bisa berjalan efektif. Yakni melalui proses identitas aktifitas dan penyajian anggaran berdasarkan aktifitas.
Setiap masjid tentu memiliki aktifitas yang berbeda bergantung pada sumber daya, karakter masing-masing masjid dan permasalahannya.
Dengan pengidentifikasian tersebut, nantinya akan muncul sumber dana. Entah berasal dari donasi, sumbangan door to door atau lainnya. Selanjutnya, melakukan penganggaran berdasarkan aktifitas yang sudah direncanakan.
Dari hasil forum sharing PEPIE dengan takmir masjid, diharapkan ke depan pihak Perbanas membuka peluang untuk pendampingan dan konsultasi keuangan untuk para takmir guna mempublikasikan transparansi dana.
Diakui PEPIE, saat ini sejumlah yayasan ataupun masjid sudah melakukan publikasi transparansi seperti Al Falah dan Badan Amil Zakat. Dengan adanya publikasi transparansi, masyarakat akan lebih tenang dan percaya ketika menyumbangkan uangnya.(git/ipg)
Teks Foto :
1. Pelatihan takmir masjid dalam mengelola keuangan masjid.
2. PEPIE DIPTYANA, SE., Ak., MSi Dosen Akuntansi Sektor Publik STIE Perbanas Surabaya.
Foto : GITA suarasurabaya.net