Ekonomi Bisnis
16 Mei 2012, 13:45:12| Laporan Iping Supingah
BI: Pelemahan Rupiah Sulit Dihindari
suarasurabaya.net| Bank Indonesia mengatakan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS beberapa hari ini sulit dihindari, mengingat pelemahan kurs juga terjadi di hampir semua mata uang dunia.
"Kita harus mengerti sentimen yang ada di global, perekonomian Eropa khususnya, dan bukan hanya Indonesia saja yang rupiahnya melemah menjadi Rp9.300 per dolar AS, tetapi lihat juga hampir semua mata uang terjadi, tidak ada yg bisa kita lakukan," kata Hartadi A Sarwono Deputi Gubernur Bank Indonesia di Jakarta, Rabu (16/5/2012), seperti dilansir Antara
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada perdagangan Rabu ini merosot ke posisi Rp9.300, setelah sejak beberapa pekan sebelumnya juga terus melemah di sekitar Rp9.200 per dolar AS.
Hartadi mengatakan, pihaknya akan berusaha agar rupiah jangan sampai melemah terlalu cepat dengan melakukan intervensi pada waktu dan jumlah yang tepat. "Ini bukan (nilai tukar rupiah) dilepas atau ditahan, tapi memang situasi yang berat seperti ini," tukasnya.
Untuk sementara ini, lanjut Hartadi, BI akan melihat dulu perkembangan di Eropa terutama terkait keberadaan Yunani yang akan keluar dari Euro zone yang bisa berdampak besar terhadap penyelesaian krisis di wilayah itu.
"Begitu juga soal Prancis, apakah dengan Presiden yang baru akan mengubah kebijakannya, dulu kan ada komitemen dari Euero zone, kelangsungan dari komitmen itu kita belum tahu, kita bukan ahli," tuturnya.
BI juga menyiapkan beberapa instrumen moneter lain yang akan digunakan untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah seperti suku bunga moneter yang masih mungkin untuk dinaikkan, sehingga pelemahan rupiah bisa ditahan.(ant/ipg)